by

Ustad Nur Jabil : Setiap Eid Adalah Eid Qurban

Jakarta, SuaraSI.com – Dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha, Rumah Kebangsaan HOS Tjokraminoto mengadakan tausiyah mingguan di Rumah Kebangsaan HOS Tjokroaminoto, Jalan Taman Amir Hamzah nomor 2, Pengangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at (2/8).

Acara tausiyah ini menghadirkan Ustadz Dr. Muhammad Nur Jabil dengan tema ‘Menelaah Makna Qurban’. Dalam tausiyahnya, Anggota Dewan Pakar Syarikat Islam masa jihad 2015-2020 ini menjelaskan bahwa makna setiap Eid adalah Eid Qurban.

Direktur Eksekutif Rumi Institutte menambahkan jika Jalaluddin Rumi menakwil ‘eid’ atau Hari Raya sebagai jalan membuka gembok penjara sehingga orang-orang yang terpenjara mendapatkan kebebasan. Bukan hanya orang-orang yang terpenjara oleh materi, namun juga mereka yang terpenjara oleh kekuasaan, terpenjara oleh ketamakan, terpenjara oleh dengki dan hasud, dan lain-lainnya.

“Karakteristik ‘Eid’ ialah memecahkan gembok penjara dan memecahkan cengkraman lingkaran kesesatan yakni dari penjara kezaliman, penjara keterikatan, penjara kejumudan, penjara keterasingan atas diri sendiri, penjara kesepian, serta penjara keterpisahan,” katanya.

Kata Rumi, ujar Ustadz Nur Jabir, Aku datang lagi bagai Eid agar kubuka gembok-gembok penjara,
dari cengkraman dan taring kanibal. Orang-orang yang terpenjara di tanah akan merobek bumi. Benih-benih yang sebelumnya terjebak ditanah secara perlahan mulai menampakkan dirinya dan menjadi hijau.

“Kata Rumi, pengorbanan adalah karakteristik Eid. Sebab itu setiap Eid meniscayakan qurban. Kegelapan adalah qurbah cahaya, kekerdilan adalah qurban keagungan, dan kekerasan adalah qurban kasih sayang dan kelembutan,” tutupnya.

Acara tausiyah ini diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI) dan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

sumber: suarasi.com

News Feed