by

Panglima PERISAI: Demi Negara, Panglima TNI Diminta Ambil Alih Pemerintahan dan Copot Kapolri

Jakarta, Panglima Laskar Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PP PERISAI), Mohammad Hapi mendesak kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mundur atas tanggung jawab jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa pada Selasa malam (21/5) serta meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengambil alih pemerintahan sementara demi menjaga stabilitas nasional.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan jumlah korban diatas 100 orang dan 6 orang meninggal, aparat harus bertanggung jawab atas kemanusiaan ini kami mendesak Tito Karnavian untuk mundur secara terhormat demi kemanusiaan,” ujar Hapi.

Hapi juga menjelaskan berdasarkan peran dan fungsi militer tentang pertahanan dan keamanan stabilitas nasional serta undang undang dan aturan lainnya jika terjadi kerusuhan panglima TNI mengambil alih kekuasaan demi menjaga bangsa dan negara.

“Ekonomi mulai kacau, dan keamanan masyarakat sudah terganggu korban jiwa juga berjatuhan demi menyelamatkan bangsa dan negara panglima TNI harus mengambil alih kekuasaan sambil menunggu sidang istimewa yang akan digelar DPR /MPR setiap tahunnya,” tegas Hapi.

Berdasarkan kutipan dari media cnnindonesia.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan di dua titik lokasi, yakni di Bawaslu dan di RSUD Tarakan. Dalam kunjungannya, Anies menyatakan sudah ada enam orang yang meninggal dunia.

“Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal. Di RS Tarakan ada 2. Kemudian di Pelni. Dan di RS Budi Kemuliaan RSCM dan di RSAL Mintohardjo,” kata Anies di RSUD Tarakan, Rabu (22/5) pagi.

sumber: redaksijakarta.com

News Feed