by

Gelar Simposium Kebangkitan Mahasiswa Nasional, SEMMI Berharap Masyarakat Tidak Terpecah Belah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM –  Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menggelar Simposium Kebangkitan Mahasiswa Nasional, Selasa (21/5/2019).

Kegiatan yang di gelar di Padjajaran Suites Kota Bogor ini merupakan bentuk penyikapan SEMMI atas Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan panasnya situasi politik Tanah Air serta isu People Power 22 Mei.

Dalam simposium ini, ada 7 kesepakatan yang diambil SEMMI yakni soal komitmen mahasiswa dan pemuda tetap bersama dalam bangsa, bahasa dan tanah air Indonesia.

Tak hanya itu, mereka juga sepakat menghormati keputusan yang ditetapkan konstitusi dan mendorong dilakukannya rekonsiliasi usai Pemilu 2019 dang mengajak seluruh elemen masyarakat serta para elit untuk menerima keputusan.

Selain itu, mereka menolak segala upaya yang destruktif, mendukung proses demokrasi yang jujur dan adil dan menjunjung tinggi kedaulatan Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar SEMII Bintang Wahyu Saputra mengatakan, para mahasiswa tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah  akibat orang-orang tak bertanggung jawab.

Menurutnya, persatuan bangsa lebih penting dari apapun di tengah panasnya suhu politik saat ini.

“Kita menginginkan pemilu yang jujur dan adil. Tapi lebih penting Bangsa ini. Kepentingan mahasiswa bukan kepentingan alat poltik, kepentingan mahasiswa merupakan kepentingan rakyat Indonesia,” kata Bintang.

Atas dasar itu, SEMMI menolak gerakan people power dan meminta mahasiswa tidak ikut dalam gerakan tersebut.

Ia menegaskan jika perwakilan mahasiswa dari sekitar 50 kampus dan organisasi ini tidak akan terlibat dalam aksi 22 Mei karena tidak berada dalam blok pasangan calon manapun. Pihak-pihak yang tidak puas diharapkan bisa mengambil jalan konstitusional dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Memberikan pendapat dijamin Undang-undang, tapi jangan merusak demokrasi dengan cara-cara yang inkostitusional. Jalan demokrasi yang sesungguhnya yaitu sesuai dengan konstitusi yang ada, itulah yang kami anjurkan,” ucapnya.

Meski demikian, Bintang mengaku SEMMI akan melakukan aksi untuk menyampaikan mandat rakyat yang poin-poinnya berasal dari hasil simposium.

“Kami akan tetap aksi, tetapi bukan yang besok (22 Mei, red) karena sudah dikooptasi paslon. Kami ingi bergerak tapi di luar 01 dan 02. Ini kepentingan rakyat,”katanya

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Gelar Simposium Kebangkitan Mahasiswa Nasional, SEMMI Berharap Masyarakat Tidak Terpecah Belah,

Editor: Damanhuri

sumber: tribunnews.com

News Feed